Buntut Video Viral JK, LGIB Makassar : Menolak Provokasi, Memegang Teguh Nilai Perdamaian
Media Infota,Makassar,– Di tengah hiruk-pikuk informasi yang beredar luas di ruang publik, muncul berbagai konten berupa potongan-potongan video yang dikaitkan dengan tokoh bangsa, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Jusuf Kalla. Video-video ini tersebar dengan narasi yang menyentuh isu SARA, dan menimbulkan berbagai persepsi, keraguan, hingga ketegangan di kalangan masyarakat.
Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Garuda Indonesia Bersatu (LGBI), Muh. Mukram, menyampaikan seruan tegas namun penuh kebijaksanaan kepada seluruh warga Makassar untuk tetap tenang, bersatu, dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang belum tentu kebenarannya.
Dalam pernyataannya, Muh. Mukram menegaskan bahwa sosok Jusuf Kalla tidak bisa dipisahkan dari sejarah panjang perdamaian dan persatuan bangsa Indonesia. Beliau dikenal luas sebagai tokoh yang berperan besar dan menjadi penggerak utama dalam proses pemulihan konflik serta penyatuan kembali masyarakat di daerah-daerah yang pernah dilanda perselisihan hebat, seperti di Ambon, Poso, hingga Aceh. Kiprah nyata, dedikasi, dan perjuangan beliau selama puluhan tahun selalu bertujuan menyatukan hati, menjembatani perbedaan, dan membangun kedamaian yang kokoh di tengah keberagaman budaya, agama, dan suku bangsa Indonesia, Makassar 28 April 2026.
“Bagaimana mungkin seorang tokoh yang seluruh hidup dan tenaganya telah dicurahkan untuk menyelesaikan konflik, mendamaikan pihak-pihak yang berselisih, dan menyatukan kembali saudara sebangsa, justru dianggap menyebarkan hal yang memecah belah? Tindakan menyebarkan potongan video yang diduga telah diedit, diambil dari konteks aslinya, dan disusun sedemikian rupa untuk menimbulkan kesalahpahaman, adalah perbuatan yang sangat merugikan dan berbahaya bagi keutuhan kita semua,” ungkap Muh. Mukram dengan tegas.
Beliau menambahkan, potongan-potongan video yang beredar itu hanya mengambil sebagian kecil momen, tanpa menjelaskan konteks pembicaraan secara utuh. Hal ini sengaja dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang berniat memanfaatkan situasi untuk menciptakan keributan, merusak keharmonisan, dan memecah persatuan yang telah kita bangun dengan susah payah. Jika kita tidak berhati-hati, narasi yang dibelokkan ini bisa menjadi api yang membakar kedamaian, bukan hanya di tingkat daerah, melainkan juga merembet ke lingkungan sekitar kita.
Pesan Perdamaian: Makassar Kota Bersahabat dan Damai
Sebagai warga Makassar, kita mewarisi tradisi hidup berdampingan, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Kota ini telah lama dikenal sebagai tempat bertemunya berbagai suku, agama, dan budaya yang hidup rukun dan saling melengkapi. Keberagaman bukanlah alasan untuk berpisah, melainkan kekuatan terbesar yang menjadikan Makassar sebagai kota yang kuat, maju, dan penuh warna.
Lembaga Garuda Indonesia Bersatu (LGBI) mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, pemuda, pelajar, hingga seluruh warga tanpa terkecuali, untuk tetap memegang teguh prinsip persatuan. Janganlah mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi jika isinya berpotensi menimbulkan kebencian atau permusuhan. Selalu teliti, cek dan ricek setiap berita yang masuk, dan bijaklah dalam membagikan informasi ke orang lain. Ingatlah, satu berita bohong yang disebarkan bisa menimbulkan dampak besar yang sulit diperbaiki.
Mari kita jadikan semangat perdamaian yang selalu diperjuangkan oleh tokoh-tokoh bangsa seperti Jusuf Kalla sebagai teladan. Jadikan perbedaan sebagai kekayaan, bukan jurang pemisah. Jaga ketenangan, jaga keharmonisan, dan pastikan bahwa Makassar tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan damai untuk kita semua tinggali.
“Kita semua adalah saudara, warga satu kota, warga satu bangsa. Jangan biarkan provokasi atau berita yang dimanipulasi merusak ikatan persaudaraan kita. Mari kita jaga Makassar tetap aman, tetap rukun, dan tetap bersatu. Karena persatuan adalah kunci kemajuan, dan kedamaian adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Muh. Mukram, menegaskan kembali komitmen LGBI untuk selalu berada di barisan terdepan menjaga keutuhan dan perdamaian di tanah kelahiran kita.(**)

