LGIB Bersama Organisasi Afiliasi Gelar Dialog Publik Perkuat Persatuan Pasca Pembatalan Aksi Massa
Media Infota,MAKASSAR – DPP Laskar Garuda Indonesia Bersatu (LGIB) bersama sejumlah organisasi afiliasi melaksanakan kegiatan dialog publik sebagai bagian dari penguatan komunikasi dan konsolidasi internal organisasi pasca dinamika pembatalan aksi massa di Kota Makassar, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah komunikasi strategis guna memperkuat sinergitas antar organisasi afiliasi serta menyamakan persepsi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Makassar dan Sulawesi Selatan. Dialog publik tersebut juga diarahkan untuk membangun kesepahaman bersama terkait pentingnya menjaga persatuan dan menghindari dinamika yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Narasumber dialog, Sdr. Muh Mukram selaku Ketua Umum DPP Laskar Garuda Indonesia Bersatu bersama unsur jaringan afiliasi, di antaranya Laskar Merah Putih (LMP), Kiwal Garuda Hitam, Laskar Sinrijala Indonesia, dan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Sulsel. Melalui metode dialog publik, seluruh peserta menyepakati pentingnya menjaga soliditas organisasi serta memperkuat koordinasi lintas elemen dalam menghadapi berbagai dinamika sosial yang berkembang di wilayah Kota Makassar.
Materi dialog menitikberatkan pada penguatan persatuan pasca pembatalan aksi massa, termasuk upaya membangun komunikasi yang lebih efektif antar pimpinan organisasi agar setiap perkembangan situasi dapat dikelola secara damai, terukur, dan tidak berkembang menjadi potensi konflik sosial. Seluruh organisasi afiliasi juga menyatakan kesepahaman untuk tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan menahan diri dari tindakan yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.
Dirinya menyampaikan bahwa momentum pasca pembatalan aksi harus dijadikan sarana untuk memperkuat persatuan dan soliditas organisasi. “Kita harus menjadikan setiap dinamika sebagai pelajaran untuk memperkuat kebersamaan. Organisasi harus hadir menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi, dan tetap berkomitmen menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh jaringan afiliasi untuk memperkuat komunikasi dan konsolidasi internal guna menghindari kesalahpahaman informasi di lapangan. “Mari kita bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif, karena stabilitas wilayah adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.
Melalui forum dialog publik tersebut, terbangun komitmen bersama antar organisasi afiliasi untuk terus mempererat persatuan, meningkatkan efektivitas koordinasi organisasi, serta mengambil peran aktif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Makassar dan wilayah Sulawesi Selatan.(**)

